Distinguished UPM Alumni Lecture Series 15th Series | Alumni Centre
» NEWS » DISTINGUISHED UPM ALUMNI LECTURE SERIES 15TH SERIES

Distinguished UPM Alumni Lecture Series 15th series

SERDANG, 31 Mac - Pusat Alumni dengan kerjasama Fakulti Pengajian Pendidikan telah berjaya menganjurkan Distinguished UPM Alumni Lecture Series: Living the Serdang Story (DALS) siri ke-15 dengan menjemput Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc (Alumni Kelas 1996) yang merupakan Gabenor Sumatera Barat, Indonesia.

Siri syarahan yang bertajuk "Sumbangan UPM terhadap Gabenor, Profesor & Ahli Parlimen" ini adalah berkisar tentang pengalaman dan imbasan memori Prof. Dr. H. Irwan semasa menuntut di UPM dalam pengajian Master dan PhD. Beliau turut menyentuh bagaimana ilmu pengetahuan dan pendidikan yang diperolehi di UPM dimanfaatkan oleh beliau dalam mengurus dan menyelaras kerja-kerja pentadbiran dan kepemimpinan beliau.

Alumni terbilang ini berjaya menarik minat lebih 500 jemputan terdiri daripada pelajar, alumni dan warga kampus UPM untuk hadir mendengar syarahan beliau pada kali ini. Sempena program ini, beliau telah menulis dan memperdengarkan 60 buah pantun semasa syarahan ini berlangsung. 

 

Sajian pantun beliau sempena DALS Fakulti Pengajian Pendidikan.

UPM punya keindahan alam.
Pemandangan indah di hari Jumat
Kami Datang dari jauh ucapkan salam.
Tapi dijawab tidak bersemangat.

Ingin sukses para alumni
Melihat peluang haruslah jeli.
Biar salam diulangi lagi.
Semoga bersemangat, jawab kembali.

Berjalan di UPM, waktu malam
Kenang masa lalu dan nostalgia
Terima kasih menjawab salam.
Yang jawab salam, masuk sorga.

Alumni UPM, mestilah mandiri
Kalau ingin hidup sukses dan layak
Mohon izin saya tegak berdiri.
Memberi sambutan tak kan banyak

Menuju kampus berlari-lari.
Takut terlambat, karena sudah janji
Walaupun saya tegak berdiri.
Batinnya sama dgn.duduk di kursi.

Tak usah bingung dengar sambutan
Gubernur Sumbar punya kebiasaan
Pantun beruntun jadi isi kesimpulan
Mohon tuan puan berkenan

Budaya melayu perlu dijaga
Siapa lagi kalau bukan kita
Itu sebab pantun dibaca
Di depan tuan puan semua

Gubernur memang sibuk sekali
Prof Sidek minta berkali kali
Agar saya dapat hadir disini
Akhirnya saya terima, senang hati

Berbahasa Inggris dulu kuliah
Walau sehari hari berbahasa Malaysia
Mohon ijin, agar komunikasi mudah
Sambutan saya kini, berbahasa Indonesia

Berjalan pagi di UPM Serdang
Banyak sekali terjadi perubahan
Prof Azimi selamat datang
Pensyarah saya, satu kebanggaan

Tak bosan untuk bertemu
Walau sibuk kesana kemari
Prof Azimi tetap sediakan waktu
Menerima saya untuk konsultasi

Tak ada keluh dan kesah
Ikhlas nampak di wajah
Tak pernah buat pelajar susah
Semoga kebaikannya jadi ibadah

Jadi pelajar selalulah taat
Diminta perbaiki, tetap diikuti
Ingin tamat, tidak terlambat
Walau yang diikuti, juga disalahi

Di saat itu memang agak marah
Setiap ketemu ada saja yang salah
Padahal sudah perbaiki susah susah
Tapi hasilnya membawa berkah

Lain lagi dengan kuliah
Tiap minggu pasti ada tugas
Memang terasa berat dan susah
Tapi manfaatnya begitu bernas

Apa daya usia semakin tua
Fisik tak sekuat dulu kala
Berjalanpun di atas kursi roda
Semoga dilindungi Allah taala

Teringat di masa yang lalu
Berjenggot rapih, berpeci putih
Kebaikan tak terlupa, walau dulu
Kami ucapkan banyak terimakasih

Nampak Gagah, masih muda
Doktor lulusan luar negara
Prof Sidek, tampil berwibawa
Pensyarah muda luar biasa

Berbeda masa, beda pula tampilan
Dulu wajah berseri, walau tak bersinar
Waktu berlalu, pasti ada perubahan
Kini wajah berseri, tapi mulai bersinar

Konseling jadi satu keahlian
Teori Holland, begitu dikuasai
Menjadi pembimbing, begitu perhatian
Pelajar datang, selalu dilayani

Ilmu didapat, banyak manfaat
Beliau bimbing pelajar setiap saat
Kalaulah kita ingin jadi hebat
Anjuran pensyarah, kita ikut dan taat

Membimbing pelajar dengan profesional
Satu persatu tesis dibaca, diperbaiki
Pelajar akhirnya menjadi terkenal
Karena Ilmu di kampus, dapat dikuasai

Pernah datang ke rumah
Tapi tak ada minta waktu
Beliau tak ingin buat susah
Hanya pastikan saya setuju

Mungkin tak tahu atau lupa
Muridnya kini sudah berbeda
Bertemupun ternyata ada cara
Walau kita memang tak suka

Tak diminta untuk membalas
Tapi manusia punya budi
Walau kuliah sudah tuntas
Ucapan Terimakasih kami beri

Memang senang menjadi ketua.
Dimasa sulit masih bisa tertawa.
Selamat pagi hadirin semua.
Alumni UPM.yang istimewa.

Perjalanan panjang tidak sia-sia.
Berangkat Umrah bersama muhrim.
Sengaja datang ke Universiti Putra Malaysia.
Memenuhi undangan yang telah dikirim.

Tas dibawa tidaklah ringan.
Bawa perlengkapan dari Indonesia.
Kami datang memang rombongan.
Menghargai undangan Universiti Putra Malaysia.

Lunak-lunak buah alpukat.
Panen melimpah dibagi-bagi.
Banyak yang ingin ikut berangkat.
Di kesempatan lain kembali lagi.

Tadi malam sudah kemari
Pagi hari tadi, diulangi
Pusing pusing kesana kesini
UPM buat saya bangga diri

Tidak ada harapan yang pupus.
Tapi jangan putus asa.
Sdh 17 tahun tidak ke kampus.
Perkembangan kampus luar biasa.

Dulu tak ada, kini ada
Gedung gedung bertambah banyak
Walau tetap ada jua yang sama
Tapi kemajuan begitu nampak

Kumpul-kumpul di depan gardu.
Ada masyarakat yang ingin dibantu.
Ke kampus UPM, saya rindu.
Dengan alumni ingin menyatu.

Meliuk-liuk pohon kelapa.
Hujan badai disertai longsor.
Dengan UPM, saya tak akan lupa.
Ilmu yang jadikan saya Profesor.

Merasa senang dapat hadiah.
Apalagi sedang memerlukan.
Masih teringat masa kuliah.
Suasana di sini sangat menyenangkan.

Memang kurma dari Arab.
Harga dijual bertingkat-tingkat.
Suasana kampus terasa akrab.
Dengan pengajar sangat dekat.

Janji awal di bulan Juli.
Janji batal tak jadi pergi.
Perjumpaan kini pertama kali.
Lain waktu kita berjumpa lagi.

Naik kuda pakailah pelana.
Larinya kencang nanti sia-sia.
Kuliah di UPM sangat berguna.
Apalagi tentang Sumber Manusia.

Beli di toko untuk perhiasan.
Teman lewat tidak tersapa.
Kuliah di UPM mendapat wawasan.
Kenangan yang lama tak akan lupa.

Di hari lebaran bikin ketupat.
Untuk ibu dibawakan oleh-oleh.
Sangat bermanfaat ilmu didapat.
Di UPM semuanya diperoleh.

Uang ringgit letak di saku.
Berangkat ke Malaysia ba'da Zuhur.
Perjalanan karir sangat berliku.
Sebelum menjadi seorang Gubernur.

Ke dataran rendah air mengalir.
Lebih elok mengali sumur.
Kini sukses meniti karir.
Dua periode menjadi Gubernur.

Senam pagi selalu rutin.
Tapi jangan sampai kelelahan.
23 ribu pegawai dipimpin.
19 Kabupaten Kota, daerah bawahan.

Hinggap se ekor di atas ranting.
Itulah dia burung gelatik.
Istri dan anak juga penting.
Sambil meniti karir politik.

Aktifiti keseharian sebagai pengamen.
Waktu yang luang selalu diisi.
Tiga periode anggota Parlemen.
Dipercaya sebagai ketua komisi.

Di kupas-kupas buah pepaya.
Dikupas juga buah blewah.
Banyak buku hasil karya.
Lebih kurang empat puluh buah.

Bertruk-truk dibawa kerekel.
Keramik dibeli bermerek Kia.
350 buah banyaknya artikel.
Telah disebar di beberapa media.

Jus dipesan jus mangga.
Di tingkah dengan ubi rebus.
Sebagai alumni UPM.merasa bangga.
Punya reputasi dan kurikulum yang bagus.

Ingat kuliah, ingat reuni.
Tetap kuliah di usia senja.
Jadilah lulusan yang mumpuni.
Semoga sukses dalam bekerja.

Bersalam-salaman di hari raya.
Meminta ma'af tidaklah hina.
Semoga UPM.tetap jaya.
Alumninya hebat dimana-mana.

Pergi ke Malaysia Penuhi Undangan
Inginkan berkah Allah akan kabulkan
Itu saja dari saya Cukup sekian
Kalau ada yang salah Mohon dimaafkan

Bawa Kripik untuk hadiyah
Kopi diminum,
lalu dibagi
Janganlah terjatuh
Wabilahittaufik Wal hidayah
Wasalamualaikum,
Warahmatullahi
Wabarakatuh

Updated:: 06/04/2017 [hafzaini]

MEDIA SHARING

Alumni Centre
Universiti Putra Malaysia
43400 UPM Serdang
Selangor Darul Ehsan
0389471017
0386566933
C1500878308